Ketan Bintul Legendaris: Sajian Bersejarah Kesultanan Banten yang Hanya Ada Saat Ramadhan

The Banten Post

Ketan bintul adalah salah satu kuliner tradisional paling legendaris di Banten yang telah ada sejak abad ke-16. Makanan khas ini merupakan warisan kuliner dari masa Kesultanan Banten dan konon menjadi menu kesukaan Sultan Maulana Hasanuddin. Yang membuat ketan bintul semakin unik adalah fakta bahwa kuliner ini umumnya hanya dijual dan dinikmati selama bulan Ramadhan sebagai menu berbuka puasa.

Dalam artikel ini, tim redaksi The Banten Post mengulas sejarah, cara pembuatan, hingga tempat membeli ketan bintul legendaris khas Banten.

Sejarah Ketan Bintul Banten

Ketan bintul memiliki sejarah yang sangat panjang dan erat kaitannya dengan Kesultanan Banten. Berdasarkan catatan sejarah, ketan bintul sudah ada sejak abad ke-16, tepatnya pada masa pemerintahan Sultan Maulana Hasanuddin, pendiri Kesultanan Banten.

Pada masa itu, ketan bintul disajikan sebagai menu berbuka puasa bagi keluarga kerajaan. Tradisi ini kemudian menyebar ke masyarakat luas dan hingga kini masih dilestarikan oleh warga Serang dan sekitarnya. Setiap bulan Ramadhan tiba, ketan bintul menjadi hidangan yang paling dinanti oleh masyarakat Banten.

Asal Nama “Bintul”

Nama “bintul” berasal dari bahasa Arab “Bintul Laban” yang berarti “putri susu” atau “puteri susu.” Nama ini merujuk pada penggunaan santan kental dalam pembuatan ketan bintul, yang memberikan rasa gurih dan creamy yang khas.

Bahan dan Cara Pembuatan Ketan Bintul

Ketan bintul dibuat dari bahan-bahan sederhana namun menghasilkan rasa yang sangat istimewa. Berikut bahan utama dan proses pembuatannya:

Bahan Utama

  • Beras ketan putih berkualitas (500 gram)
  • Santan kental (200 ml)
  • Garam secukupnya (setengah sendok teh)
  • Daun salam (2 lembar)
  • Daun pandan (1 lembar)
  • Kelapa parut untuk serundeng
  • Bumbu rempah: bawang merah, bawang putih, ketumbar, kemiri, daun jeruk, dan lengkuas

Proses Pembuatan

Proses pembuatan ketan bintul memerlukan ketelatenan dan waktu yang tidak singkat:

1. Persiapan ketan: Beras ketan dicuci bersih dan direndam selama 2-3 jam agar lembut. 2. Pengukusan: Ketan yang sudah direndam dikukus hingga empuk, sekitar 30-40 menit. 3. Pencampuran santan: Ketan yang sudah setengah matang dicampur dengan santan kental, garam, daun salam, dan daun pandan. Dicampur merata hingga santan meresap. 4. Pengukusan ulang: Ketan dikukus kembali hingga matang sempurna dan bumbu meresap sempurna. 5. Pembuatan serundeng: Kelapa parut disangrai dengan bumbu rempah (bawang merah, bawang putih, ketumbar, kemiri, daun jeruk, lengkuas) hingga kering dan beraroma harum. 6. Penyajian: Ketan bintul disajikan dengan taburan serundeng di atasnya.

Keistimewaan Ketan Bintul

Ketan bintul memiliki beberapa keistimewaan yang menjadikannya kuliner yang berbeda dari ketan pada umumnya:

  • Serundeng kaya rempah: Serundeng ketan bintul dibuat dengan campuran rempah yang sangat kaya, menciptakan aroma dan rasa yang khas.
  • Tekstur lembut dan gurih: Kombinasi ketan yang dikukus dengan santan menghasilkan tekstur yang sangat lembut dan rasa gurih yang memikat.
  • Hanya ada saat Ramadhan: Keunikan ketan bintul adalah ketersediaan yang terbatas pada bulan Ramadhan, menjadikannya kuliner musiman yang sangat dinanti.
  • Warisan sejarah: Sebagai kuliner yang berasal dari masa Kesultanan Banten, ketan bintul memiliki nilai historis dan budaya yang tinggi.

Tempat Beli Ketan Bintul di Serang Banten

Ketan bintul umumnya dijual selama bulan Ramadhan di berbagai tempat di Serang dan sekitarnya:

Penjual Legendaris

  • Ketan Bintul H. Mamad: Salah satu penjual ketan bintul paling terkenal di Serang. Produknya sangat dicari setiap Ramadhan dan sering dijual habis dalam waktu singkat.
  • Warung-warung tradisional di Serang: Banyak warung makan tradisional di kawasan Serang yang menjual ketan bintul selama bulan Ramadhan.
  • Pasar-pasar tradisional: Pasar Lama Serang dan pasar-pasar tradisional lainnya biasanya memiliki penjual ketan bintul selama Ramadhan.

Harga Ketan Bintul

Ketan bintul dijual dengan harga yang sangat terjangkau:

  • Ketan bintul per porsi (dalam kemasan daun pisang): Rp 10.000 – Rp 20.000
  • Ketan bintul per porsi besar: Rp 25.000 – Rp 35.000
  • Melalui platform online (Peken.id): Rp 28.000 per paket

Pembelian Online

Kini, ketan bintul juga tersedia untuk dipesan secara online melalui berbagai platform e-commerce dan media sosial. Namun, ketersediaan tetap terbatas pada bulan Ramadhan dan persediaan sangat terbatas.

Ketan Bintul sebagai Identitas Kuliner Banten

Ketan bintul bukan sekadar makanan, melainkan bagian dari identitas budaya masyarakat Banten. Keberadaan kuliner ini selama lebih dari 400 tahun membuktikan kekayaan warisan kuliner Nusantara yang perlu dilestarikan.

Setiap Ramadhan, ketan bintul menjadi pengingat akan tradisi dan sejarah Kesultanan Banten yang megah. Dengan rasa yang gurih dan aroma rempah yang khas, ketan bintul terus memikat lidah generasi baru sambil mempertahankan resep tradisional yang diwariskan dari masa ke masa.

Jika Anda berkesempatan berkunjung ke Serang pada bulan Ramadhan, jangan lewatkan kesempatan untuk mencicipi ketan bintul legendaris khas Banten. Kuliner ini adalah bukti nyata bahwa kekayaan budaya Indonesia terus hidup dan berkembang dari generasi ke generasi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *